Desain. Apakah ia bagian dari DNA merek Anda?
“A brand is no different than us, human beings. It has a body, a name, an appearance, thoughts, and a soul. But most importantly, it has DNA, a genetic code which make it different, even when it is twin.”
C Plus – Identity+Design Company
Pada sebuah kesempatan A.G. Lafley seorang petinggi Procter and Gamble (P&G) mengatakan bahwa ia memakai desain sebagai bagian dari strategi bisnis merek P&G. Tersirat, pernyataan Lafley berdasarkan pengalaman pribadinya terhadap kekuatan desain.
Pendapat bisa saja mengatakan pernyataan Lafley dilatari oleh karena dia hidup di wilayah di mana desain sudah menjadi sebuah keharusan—didorong oleh faktor sistem kehidupan atau faktor budaya. Pendapat ini mungkin saja berlaku. Akan tetapi tidak demikian dengan P&G. Merek ini hidup diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia, yang mana sistem kehidupan dan budayanya dipastikan tidak sama seperti di mana Lafley hidup.
Melalui metodologi perancangan yang sudah teruji, bagi sebuah merek (barang dan layanan), jika desain ditempatkan pada porsi yang benar, ia merupakan alat yang efektif bagi perujudan strategi pemposisian. Bersama desain, ide sebuah merek yang kasat mata, dapat berujud—dinikmati oleh indera peraba dan pelihat.
Karena alasan tertentu, khususnya di Indonesia, kenyataan sehari-hari menghadapkan kita pada kesimpulan bahwa banyak perusahaan membangun mereknya tanpa memasukan desain sebagai salah satu kode DNA bisnis mereka. Padahal pada target jangka panjang, jika melihat pada cerita sukses Nokia dan Apple—produsen komputer dan gadget asal Amerika, maka kita dapat menyaksikan bagaimana desain berfungsi sebagai aset intelektual yang memberikan nilai (uang dan citra) bagi kedua merek tersebut.
Pada porsinya sebagai aset intelektual, strategi bisnis dan pemasaran merupakan pondasi bagi sebuah merek. Desain, sebagai sebuah karya, merupakan salah satu channel untuk mewujudkan strategi-strategi tersebut dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Filed under: Desain | Leave a Comment
No Responses Yet to “Desain. Apakah ia bagian dari DNA merek Anda?”